Pesan Buat Adik
Pesan Untuk Adik Dik, sesungguhnya aku heran padamu. Ketika banyak perempuan seumurmu sibuk mencari kekasih yang rupawan dan keren. Kau justru melupakan sejenak, lalu datang padaku. "Buku apa yang bagus buatku, Kak?" Tanyamu membuatku sedikit mengerutkan kening. Sungguhkah, batinku. Dik, aku tak pernah memaksa kau harus membeli setumpuk buku. Aku tahu, berat bagimu yang terbiasa konsumtif. Terlebih buku adalah kebutuhan tersier--menurutku. Tapi apadaya kau seperti tergerak sendiri melahapnya dengan rakus. "Sebulan kau merampungkan satu buku itu sudah baik. Ada kemajuan dan nilai plus di sana. Tak mudah membaca itu, aku tahu. Apalagi kau mendalami agama kita: Islam." Ungkapku. "Tak mengapa, Kakak. Ini juga sebuah perjuangan kan?" Ujarmu memantapkan kau benar-benar menyukai buku terbaik. Dik, ingatlah baik-baik pesanku ini. Bahwa buku mungkin cuma sekumpulan kertas dan kata. Tak penting bagi orang-orang yang tak mencintai ilmu. Namun siapa sangka jika...