Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Mentor

Saya boleh cerita gak? Sebentar doank kok. Gak sedang promo atau keluh kesah, cuma curhat. Cius 🙌🙏 Nah, foto foto buku ini cuma sekedar ilustrasi. Saya garisbawahi jangan fokus pada gambar. Dulu ya sampe saat ini juga sich. Doyan banget sama bacaan, jadi gak melulu fiksi ya. Apa aja yang menarik minat saya dalam membaca. Sejarah, sains, agama, antropologi dan sosiologi. Ketika SMU ternyata pengetahun bertambah ketika membaca buku asing. Gak tahu kenapa ada Nietzhe di sana. "Tuhan telah mati ..." apa coba yang sampean pikirkan jika masih awam? Tentu keadaan yang membuat seseorang yang tak percaya akan keberadaan zat yang Maha Hidup tadi bukan? Berti orang ini menganggap hidupnya adalah tuhan itu sendiri. Dan banyak hal yang membenturkan kepala saya yang sampai sekarang (seharusnya mempelajari filsafat secara akademik). Padahal saya jika nanti suatu waktu kuliah, kemungkinan besar memilih pertanian. Kenapa? Ada banyak hal alasan tapi yang pasti karena ...

Lapak

Intermezo Ketika Pelanggan Dan Pembeli Rendesvouz Tak sedikit yang bertanya suka dan duka jualan buku. Baik secara online maupun offline. Tentu ada kecendrungan sisi menyenangkan bagi pecandu buku. Terlebih tumpukan di rak dipenuhi ribuan jenis dan pengarang ternama. Mungkin berlama-lama di sana membuatnya kerasan. Lupa waktu, makan dan orang yang berlalu lalang di sekitarnya. Eh, tapi di tempat ketika buku berada biasanya sepi. Bagi yang tak terbiasa mungkin membosankan. Apa enaknya coba berjam-jam di antara rak, kertas, kaver yang beraneka rupa. Apa serunya juga berdiam diri dan membiarkan suara-suara yang lain kalah. Atau apa juga asiknya mengotak-atik imajinasi dengan penulis favorit? Di antara puluhan bahkan ratusan pertanyaan (orang yang bukan pecandu buku) selalu ada sebuah alasan kenapa (si pecandu buku) melakukan aksi nyelenehnya itu. Itu mungkin yang disebut dengan alasan kuat kenapa seseorang harus mencintai buku (bagi gamers ya monggo kasih alasan). Dalam sebuah lagu yang...

Cerita

PEREMPUAN BERHIJAB DI SEBUAH minimarket aku bertemu perempuan muda. Dari penampilannya aku tahu, dia seorang SPG. Di antara wajah tirusnya, ia tampak elok dibalut jilbab merah marunnya. Aku tak tahu, apakah aku saja yang menduga-duga atau daya tarik lain yang membuat diri ini berani beradu pandang, memilah kata-kata. Semacam prosa panjang, aku mengatur alur agar ia maju mundur. Lalu kususun klimaks dan antiklimaks. "Bang, produknya apa?" Ia bertanya. "Kosmetik kok," kubalas seperlunya. Ia melirik ke arah pakaian, lalu tertuju ke faktur. "Sepertinya familiar," ungkapnya setelah mengamati faktur yang kupegang. "Hmm ..." Kami terdiam sejenak. "Oia, Bang ada lowongan gak buat cewe?" Ia menyeletuk. "Kayaknya ada, tapi aku ndak janji." "Kenapa?" "Soalnya tadi ada dua orang yang memasukkan berkas," Tukasku, "coba aja." Lanjutku kemudian. "Yaaa ..." ia menghela nafasnya, "buat a...