Puisi Ode Romansa
Percakapan kecil
tentang Dara
Dara,...
Lirik sejenak tempias lewat hujan yang baru saja turun. Percakapan kecil menjadi titik-titik kecil di Cakrawala. Lihatlah, bagaimana ia membelah langit ;Pagi tak hanya mentari,senja tak melulu lembayung atau malam tak pula purnama. Dengarkah engkau, kenapa daun-daun rontok ketika angin datang? Dia bilang bahwa musim tetap melipur iklim dengan bunga dan buah sekali pun kerontang merusak--kelopak-kelopaknya membelah bilah menjadi aroma eksotik.
Dara,...
Sejak kapan kau tahu bahwa aku lupa tentang jam dan kasur. Jam, katamu adalah tempat hari-hari bergeletak seperti partikel yang menempel pada rongga-rongga udara sementara kasur adalah tempat ketika kita memeluk mimpi dengan mesra sekalipun luring jurang mencengkeram nyali agar senantiasa waspada.
Dara,...
kupinjam pisaumu agar tak melukai terlalu banyak jemari ketika melihat Yusuf? Atau berikan saja kepada Dayang Sumbi agar Sangkuriang tak musti luluhlantak bahwa ia pendosa.
Jika Abu Nawas berdoa " Tuhanku, sesungguhnya diriku tak pantas di Surga-Mu namun aku tak pula kuat di Neraka-Mu" maka aku pun berkata " jika penyair mempunyai sajak dan nama yang indah maka bolehlah aku bersanding denganmu pada perjamuan nanti?"
Jambi, 20 Maret 14
Dara,...
Lirik sejenak tempias lewat hujan yang baru saja turun. Percakapan kecil menjadi titik-titik kecil di Cakrawala. Lihatlah, bagaimana ia membelah langit ;Pagi tak hanya mentari,senja tak melulu lembayung atau malam tak pula purnama. Dengarkah engkau, kenapa daun-daun rontok ketika angin datang? Dia bilang bahwa musim tetap melipur iklim dengan bunga dan buah sekali pun kerontang merusak--kelopak-kelopaknya membelah bilah menjadi aroma eksotik.
Dara,...
Sejak kapan kau tahu bahwa aku lupa tentang jam dan kasur. Jam, katamu adalah tempat hari-hari bergeletak seperti partikel yang menempel pada rongga-rongga udara sementara kasur adalah tempat ketika kita memeluk mimpi dengan mesra sekalipun luring jurang mencengkeram nyali agar senantiasa waspada.
Dara,...
kupinjam pisaumu agar tak melukai terlalu banyak jemari ketika melihat Yusuf? Atau berikan saja kepada Dayang Sumbi agar Sangkuriang tak musti luluhlantak bahwa ia pendosa.
Jika Abu Nawas berdoa " Tuhanku, sesungguhnya diriku tak pantas di Surga-Mu namun aku tak pula kuat di Neraka-Mu" maka aku pun berkata " jika penyair mempunyai sajak dan nama yang indah maka bolehlah aku bersanding denganmu pada perjamuan nanti?"
Jambi, 20 Maret 14
Komentar
Posting Komentar