Buku-Buku Aan Mansyur
Kemaren ada yang tanya, gini.
"Mas, punya Buku Aan Mansyur ndak?"
"Punya,"
Sejam kemudian, di chat lagi.
"Itu loh Mas, yang di film AADC?"
Aku mikir sebentar, sambil mengingat-ingat puisi yang dikasih ke Cinta, ditulis Rangga di pesawat.
Lalu timbul-tenggelam di benaknya, 14 tahun yang lampau. Perempuan manis yang menggerai rambut panjangnya. Dan pernah melarutkannya dalam lautan puisi.
'Aku seperti menyelami kesedihan lama yang hidup bahagia dalam pelukan puisi-puisi Pablo Neruda. Aku bagai menyelami sepasang kolam yang dalam dan diam di kelam wajahmu.'
Keren. Hidup. Dan tahulah ia kenapa puisi itu ada.
"Mas e... chatku bales dunk!!!"
Ternyata akupun teringat film yang mengangkat nama besar Chairil Anwar dalam buku 'AKU' yang ditulis Tsuman Djaya.
"Mas e, udah seharian loh aku nunggu. Ndak dibales juga. Jujur aja, ada apa ndak?" Chat rupanya bertubi-tubi muncul. Jiaahh!!! aku lupa balesnya.
"Ya, ada mbk. Tak Ada New York Hari Ini dan AKU. Ya kan?"
Trus aku inget lansung aku kirim foto buku itu.
"Kok diblur Mas, wajah e?"
"Lha, kan pamer bukunya. Bukan orangnya."
"Harganya Tak Ada New York, 52.000. AKU, 50.000." Aku jawab kalem. Yakin sekali dia suka buku-buku ini. Kalo ndak, mana mungkin mau nunggu aku yang sok sibuk. Seharian loh! Huft... kok ndak dibales ya, jangan-jangan dia mau gantian aku yang galau nungguin. Maafin dunk mbk, aku kemaren beneran lupa bales chat. Aku membatin.
"Jadi Mbk bukunya?"
"Ndak."
"Lha, kenapa? mahal ya aku jualnya?"
Aku senewen. Agak lama dia jawab.
"Mas e nyebelin. Aku penasaran aja ama yang megang buku itu. Eksotis, kok ya diblur sich Mas? Kenapa?"
Hmmm...
Komentar
Posting Komentar