Fiksi Mini
Kaca jendela masih tertutup rapat. Susah payah dibukanya. Sial. Terhalang oleh lelaki berbadan tambun. "Kau kenapa?"katanya setengah terpejam.
"Cepat buka, cepat buka!"hentaknya.
"Kau mau diri?" Kedua bola matanya membesar.
"Ndut, KAU JANGAN BANYAK OMONG!"katanya kesal setelah merasa payah menukar posisi duduk; dari tengah ke kiri.
"Berhenti kau botak!" Bentaknya pada pria yang memegang setir.
"Aduh..." lelaki tambun merasakan ada benturan keras di jidat, setelah merasakan tubuhnya terayun ke depan.
"Kau ini kenapa?" Tanyanya masih tak mengerti. Tangannya menggamit sesuatu. "Brakk." Pintu terbuka.
"Kau kenapa?"pertanyaan diulang.
"Dia kentut."
Juli 16
Komentar
Posting Komentar