Om Telolet Om...!!! Add caption S ampai detk ini—entah Untuk yang ke berapa, akupun tak tahu. Lihat bagaimana fenomena itu bekerja dan efek viral dari sebuah media sosial. Tahu kenapa? Mungkin ‘ia lelah’. Ya hanya itu yang bisa aku katakan dengan fenomena “OM TELOLET OM”. Bagi yang belum kenal frase ini, maka baiknya aku ceritakan dulu apa artinya, sebelum semuanya salah kaprah. Jiaaahh....!!! S ebenarnya pemberitaan tentang klakson yang menyerupai suara terompet sudah lama, tepatnya setelah lebaran kemaren kira-kira dua bulanan yang lalu. Tapi... kenapa baru sekarang yah tenarnya? Tanya kenapa, mungkin karena orang-orang banyak yang suka dan merek terhibur—dalam hal ini sesuatu yang baru. Sesuatu itu adalah kebersamaan, dan mungkin yang saat ini kita lupa. Bahwa anak-anak siapapun punya dunianya sendiri. Dunia yang sama sekali berbeda dengan dunia orang dewasa. Mungkin benar orang dewasa menciptakan games c...
Saya boleh cerita gak? Sebentar doank kok. Gak sedang promo atau keluh kesah, cuma curhat. Cius 🙌🙏 Nah, foto foto buku ini cuma sekedar ilustrasi. Saya garisbawahi jangan fokus pada gambar. Dulu ya sampe saat ini juga sich. Doyan banget sama bacaan, jadi gak melulu fiksi ya. Apa aja yang menarik minat saya dalam membaca. Sejarah, sains, agama, antropologi dan sosiologi. Ketika SMU ternyata pengetahun bertambah ketika membaca buku asing. Gak tahu kenapa ada Nietzhe di sana. "Tuhan telah mati ..." apa coba yang sampean pikirkan jika masih awam? Tentu keadaan yang membuat seseorang yang tak percaya akan keberadaan zat yang Maha Hidup tadi bukan? Berti orang ini menganggap hidupnya adalah tuhan itu sendiri. Dan banyak hal yang membenturkan kepala saya yang sampai sekarang (seharusnya mempelajari filsafat secara akademik). Padahal saya jika nanti suatu waktu kuliah, kemungkinan besar memilih pertanian. Kenapa? Ada banyak hal alasan tapi yang pasti karena ...
Mental Anak Rantau Apa yang membedakan orang yang merantau dan penduduk asli? Secara fisik tetaplah sama, lha wong sama-sama di Indonesia. Apa hayo? Ada yang tahu? Yang ndak tahu, bolehlah kiranya saya jabarkan cerita dari kota kecilku, ya kota tercinta. Pernah, ini nyata loh, bukan hoax apalagi sekedar gosip atawa ghibah. Eh... begini kawan-kawan ceritanya. Baca ya, duduk manis, sambil nyemil juga boleh asal jangan senyum-senyum sendiri. Dikasih tanda jempol, oke, ndak dikasih bearti pelit. Hihi... Hari itu entah hari apa, rasanya pantas dicantumkan dalam hari bersejarah--dalam hidupku. Benarlah kiranya, langit yang menaungi kami menjelma kabut dan gumpalan awan kelabu. Satu persatu nama-nama pilihan itu memasuki sebuah ruangan. Ini pasti bukan meeting apalagi sekedar briefing tapi WARNING. Astaghfirllah. Aku bekerja di sebuah perusahaan distributor. Simpelnya, jenis perusahaan ini tak memiliki produk sendiri. Ada beberapa merek dagang yang bernaung di sini, tergantung seberapa ma...
Komentar
Posting Komentar